Jumat, 29 Juli 2011

This is It: Adeinnatrans Frencais


Ini dia, ini adalah wajah rumahku yang baru. rumah yang telah aku rombak menjadi sebuah kantor.
Dari usaha yang sambil lalu, tahun ini bukan menjadi yang sambil lalu lagi. Usaha ini harus kami kelola dengan profesional.
Kami telah menjalin kontrak dengan Sekolah HighScope Bintaro untuk mengelola school bus dengan profesional. Menyusul kemudian sekolah Kharisma Bangsa di depan Uniniversitas Terbuka Pondok Cabe, kami telah menyusun sebuah draft Nota kesepahaman untuk mengelola School Bus di sekolah Turki tersebut.
Alhamdulillah, berkat dukungan dan doa dari teman-teman, saudara dan handai taulan school bus Adeinna Transport telah mulai bisa menunjukkan bahwa bisnis ini bukanlah bisnis yang "ecek-ecek". Dan kami akan terus mengembangkan bisnis ini dengan sistem frencais dengan teman-teman dan saudara.

Jadi sekolah yang sudah dan akan kami layani adalah:
1. SDN Pondok Cabe Udik (2008) : 1 mobil espass

2. Sekolah Madania, Parung Bogor (2009): 1 mobil Granmax

3. SDN Kedaung Kompleks BAPENAS, Sawangan Depok (2009): 1 mobil granmax
4. SD Islam Miftahul Diniyah, Sawangan (2009): 1 mobil granmax
5. TK Puspa Indah Pamulang Estate (2010): 2 mobil granmax
6. TK Puspa Indah Bukit Pamulang Indah (2010): 1 mobil granmax
7. Sekolah HighScope Bintaro (2011): 5 mobil (granmax & luxio)
8. Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe (2011): Dalam proses, Insya Allah segera setelah lebaran.

Setelah dihitung-hitung terlalu banyak memangb yang harus dipikirkan, sehingga tidak cukup dengan manajemen rumah tangga. Kalau dibiarkan urusan rumah tangga jadi kacau balau, cucian numpuk enggak ada yg ngurusin, dll-dll...

Planning kami tahun ini kami harus punya badan usaha yang resmi dan kami bisa melayani konsumen secara profesional. Untuk itu kami mulai menata sebuah kantor sekedar untuk menertibkan administrasi.
Dan Insya Allah akan terbuka peluang juga untuk membuka kantor di Jogja karena Sekolah Kesatuan Bangsa di Rewulu Jogja, yang merupakan cabang dari sekolah Kharisma Bangsa memiliki prospek yang cukup terbuka untuk dilakukan kerjasama. Semoga semua ini bisa terwujud dengan segenap doa dan usaha.
Sistem Frencais yang kami tawarkan adalah ada 2 alternatif:

Kami jual trayek yang telah kami dapatkan kepada mitra dengan ketentuan sbb:
1. Kami akan menjual trayek yang telah kami punya:
  • Menggunakan bendera Adeinnatrans.
  • Crew school bus menggunakan seragam dan ID card serta mentaati SOP yang ditentukan oleh Adeinnatrans.
  • Usia mobil yang digunakan maksimal 5 tahun setelah itu harus diremajakan.
  • Biaya operasional ditanggung oleh mitra.
  • Mitra memberikan manajemen fee sebesar 5%/bulan kepada adeinnatrans, ditambah school fee 5%-7,5%.
  • Mitra membayar uang pangkal sebesar rata-rata pendapatan /bulan, dibayarkan setelah trayek berjalan 3 bulan, berlaku untuk 4 tahun.
2. Kami akan menyewa mobil dari mitra:
  • Mobil yang disewakan adalah mobil type MPV/mini MPV (Granmax, APV, Luxio, Xenia/Avanza)
  • Usia mobil maksimal 5 tahun setelah itu harus diremajakan.
  • Mobil diasuransikan all risk oleh mitra (paket dari leasing)
  • Besar sewa adalah Rp 2,5 juta /bulan dengan ketentuan: kami menggunakan mobil pada hari kerja/masuk sekolah mulai pukul 05.00 - 17.30 WIB. Mobil diparkir di tempat mitra, di luar dari jam itu mitra tetap dapat mempergunakan mobilnya.
  • Pajak & Maintenance mobil adalah tanggung jawab yang punya mobil.

Rabu, 16 Maret 2011

The Last Piece of Puzzle: "Frencais" Duplikasi sebagai "Turbin Booster"


Dalam bisnis MLM faktor yang paling susah adalah duplikasi. Beda MLM beda bisnis real. Dalam bisnis yang real, faktor duplikasi adalah faktor yangpaling mudah. bahkan mereka cenderung oportunis dengan melakukanbisnis yang sama dengan bisnis yang sudah eksis.
Contohnya: ternak lele, begitu ada yang sukses ternak lele maka semua orang pengin ternak lele. Banyak lagi contoh yang lain: ternak jangkrik, anterium, jamur, wartel, pulsa, tiketing. dll. semuanya menjamur menjadi bisnis yang mengurita.
Hingga para oportunis itu dijadikan komuditas oleh perintisnya yang akhirnya terjadi booming, dan bisnis itupun tinggal tunggu "the final countdown"-nya. Dan ini juga sudah terjadi pada bisnis2 MLM yang dulu katanya bisa untuk tujuh turunan, tujuh tanjakan, dan tujuh belokan, yang akhirnya tumbang satu per satu.

Duplikasi ini bisa dilakukan sepanjang tidak mengganggu pasar induknya, artinya harus dicari lahan baru untuk pengembangan bisnis. Setiap dapat satu lahan kita cukup ambil satu item saja dan selebihnya ditawarkan kepada orang lain yang dapat melakukannya dengan arahan kita dan tentunya kita mendapatkan komisi bulanan dari bisnis yang kita arrange itu.

Jadi, setelah kita memiliki sebuah model usaha, kita melatih agar orang lain bisa seperti kita, dengan sistem kita, bahkan dengan manajemen kita. Dan kita akan mendapatkan hasil yang berlipat ganda.

Good Luck!!

Sabtu, 05 Februari 2011

video

Sabtu, 22 Januari 2011

My Last Backyard

video Inilah sisa halaman belakangku. yang tadinya berupa rumput hijau kini sudah beralih rupa menjadi teras belakang yang multi fungsi. sebenarnya sayang untuk menghilangkan rumput hijau di belakang rumah, tapi kami membutuhkan ruang untuk beraktivitas di dalam rumah. Ruang makan yang longgar, dapur yang memiliki sirkulasi udara yang sehat, serta ruang bermain dan berkarya (calon studio) di teras belakang. Semoga apa yang telah kami usahakan ini memberikan manfaat bagi keluarga. amiin.... video

Sabtu, 01 Januari 2011

Formula yang Hampir Jadi: Usaha Biasa Dengan Cara Yang Luarbiasa


Menabung dengan Beli Mobil/Motor Baru: E=M.C2 ala GG


Bagi orang lain mungkin membeli mobil ataupun motor adalah sebuah pengeluaran yang konsumtif. Tetapi sebenarnya tidak selalu begitu, tergantung cara mensiasatinya.

Mungkin apabila membeli mobil /motor secara cash bisa jadi itu merupakan belanja konsumtif yang sangat besar.

Berapa harga mobil sekarang. atau berapa harga motor sekarang apabila dibeli dengan cara tunai?

Harga motor mungkin bisa diatas 10 juta. Sedangkan mobil lebih tinggi lagi bahkan bisa lebih dari 100 juta!!! Wooo... hebat sekali yang bisa menabung uang sebanyak itu...

Saya akan memberikan rumus menabung dan belanja motor/mobil sekaligus. Atau bahkan apabila "diniyati" bisa saja kita beli mobil untuk tabungan haji, alias berangkat haji dengan naik mobil!!! hebat kan?! mosok naik mobil.. kapan sampainya? siapa yang nyetir?

Begini rumusnya:

  1. Misalnya:Tentukan kemampuan kita dalam menabung setiap bulannya. 1 juta kah? 2 juta? atau 3 juta?
  2. Kita membeli mobil/motor baru secara kredit dengan cicilan sesuai dengan kemampuan kita.
  3. Usahakan minta diskon DP sebesar-besarnya. Biasanya apabila kita membeli motor/mobil baru ada promonya, yaitu diskon/cash back yang bervariasi, tergantung kebijakan masing2 dealer.
  4. Pastikan mobil baru kita dilindungi dengan asuransi allrisk selama masa kredit.
  5. Usahakan agar kita tidak perlu mencicil mobil/motor itu sendirian. maksudnya berikan kesempatan orang lain untuk ikut membayar cicilan motor/mobil kita (yang penting aman) yaitu dengan cara disewakan, dipakai ngojek, ngompreng, dsb.
  6. Setelah mobil/motor kita lunas hendaknya langsung dijual/diremajakan. Hasil penjualan tsb kita sisihkan untuk dp mobil/motor baru lagi. sedangkan sisanya itu adalah tabungan kita.

  • Kalau motor kita bisa laku 7 juta maka dikurangi dp motor baru sekitar 300-500 rb. Setelah 3 tahun bisa mengambil keuntungan sampai dengan 6,5 juta!!!
  • Kalau mobil kita bisa laku 90 juta maka dikurangi untuk dp mobil baru sekitar 10-15 juta. Sisanya itu merupakan tabungan kita. Bayangkan tanpa disadari dlm waktu 4 tahun kita bisa menabung75-80 juta!!!

Wah.. kalau tabungan kita sudah bisa diambil 80 juta bisa berangkat haji berdua nih dengan naik mobil!!!

Siapa sangka ya? mobil bisa dinikmati tiap hari, eee... ternyata bisa buat mengantar kita berangkat ke tanah suci!!!


Ini dlm MLM namanya "self consume" atau membeli produk untuk diri sendiri. cocok bagi yg punya penghasilan lebih dan tdk mau repot.


Draf estimasi fleet Bogor-JakartaPP & Travel Jkt Jogja

MOdal Awal: Rp33.000,- (pasang iklan di poskota doang, kalau lewat Om bisa gratis!!)

Biaya:

Sewa Mobil Travello 12 seat (short chasis) Rp 6,5 jt/bln

Operasional Rp100rb/hari, atau Rp 2jt/bln (20 hr kerja)

Gaji Sopir Rp1,5 jt/bln

Biaya Op: 6,5 + 2

+ 1,5 = 10 jt/bln

target pemasukan:

minimal 12 orang @ Rp800rb = Rp 9,6 jt/bln (dibayar di depan)

keuntungan: Rp - 400 rb /bln (nombok)

setelah berjalan perlu suntikan dana modal Rp15 jt untuk dp travello 15 seat (long chasis)

dg cicilan Rp5,5 jt /bln.


keuntungan setelah ada investasi baru:

Sewa mobil travello dari 6,5 menjadi 5,5 jt/bln = selisih 1 jt/bln

+ biaya perawatan Rp 500rb/bln

jadi ada selisih Rp500rb/bln

Karena menggunakan long chasis (15 seat) maka pemasukan bisa ditingkatkan menjadi:

maksimal 15 orang@ Rp800rb = Rp 12jt/bln

dikurangi operasional : 5,5 + 0,5 + 1,5 + 2 = 9,5 jt /bln

keuntungan = 12jt - 9,5 jt = 2,5 jt /bln.

----------------

Karena hanya masuk selama 20 hari kerja (sabtu-minggu libur) maka hari jum'at malam (pk 20:00) bisa berangkat ke Jogja, kembali ke jakarta hari minggu sore pukul 15.30 WIB.

Opersional travel Jkt-jogja :

Bensin : Rp400rb /trip

tol: 7rb +13rb + 10rb + 30rb = 60 rb (?) /trip

sopir : Rp100rb/trip

makan sopir : Rp20rb /trip

total Biaya Op : 580rb /trip

Pemasukan:

@150rb x 4 seat (minimal) = Rp600.000,-

@150rb x 8 seat (optimal) = Rp1.200.000,-

@150rb x 15 seat (maksimal)= Rp 2.250.000,-

Keuntungan:

4 seat (minimal) = 600rb - 580rb = Rp20.000,- /trip = Rp 160.000,- /bulan

8 seat (optimal) = 1200rb - 580rb = Rp 620.000,- /trip = Rp 4.960.000,- /bulan

15 seat (maksimal) = 2250rb - 580rb = Rp 1.670.000,- /trip = Rp 13.360.000,-/bln

+ wira wiri Jkt-Jogja gratiss....

Kalau dalam MLM namanya tinggal memeprospek orang, mencari 15 orang downline yg mau mengkonsumsi produk kita. sehingga uplen tinggal ongkang-ongkang, mobil sudah ada yg bayar, sukur2 dapet pasif income yg lebih. Ini adalah perpaduan antara MLM dg riil bisnis.


Bedanya dengan MLM:

Dalam MLM angkanya variabel semuanya, tidak ada konstanta. Sehinggga hasilnya tidak bisa dipastikan. Dalam real bisnis kita mencari sesuatu yg menjadi konstanta. sehingga hasil yang dicapai juga bisa dipastikan. KOnstanta di sini adalah biaya operasional, Tarif dan kapasitas seat. Variabelnya ada pada daya saing produk, dan daya beli masyarakat. Jadi perhitungannya = 50% pasti, dan 50% nya lagi .. itulah pekerjaan kita.



Rabu, 22 Desember 2010

Menuju Baiti Jannati


Membaca Al Quran ibarat membangun sebuah rumah, bukanlah ada pada fondasi rumah, pula bukan dinding, tiang rumah, bahkan atap rumah. Konstruksi dasar rumah jika dikaitkan dengan agama adalah rukun Islam. Lima dasar tersebut, syahadah, shalat, zakat, puasa dan haji, adalah pilar dalam pembangunan rumah. Islam belum sempurna apabila kelima dasar tersebut tidak terpenuhi. Belum bisa dikatakan kokoh apabila fondasi, dinding, atap, tiang-tiang, serta genting tidak ada. Satu unsur aja diantara kelima elemen ini tidak terpenuhi, rumah tidak bakal berdiri. Bayangkan jika rumah tanpa atap? Sama hanya rukun iman tanpa zakat. Belum lengkap.

Membaca Al Quran adalah dalam upaya memperindah bangunan rumah apabila sudah berdiri. Agar nampak indah, bangunan rumah tersebut bisa saja dindingnya perlu dicat warna Krem. Sejumlah perkakas rumah tangga, kulkas, mesin cuci, hiasan dinding, korden, meja kursi, tempat tidur, bahkan menanam bunga di halaman perlu dipikirkan agar rumah tersebut bukan hanya nyaman ditempati, namun indah dipandang.

Tidak jarang si pemilik rumah sudah puas dengan berdirinya rumah saja. Barangkali dia tidak perlu meja kursi meski yang namanya tamu akan sering datang. Jika tamu datang, bukankah tuang rumah akan kerepotan? Mereka tidak membutuhkan almari makan karena sekali masak langsung dihabiskan. Jika saja ada sisa makanan akan disimpan sembarangan tempat. Kalau kondisi didalam rumah tidak mendapatkan perhatian yang cukup, apalagi keadaan halaman. Jangankan menanam bunga, membersihkannya saja barangkali jarang dilakukan.

Demikian pula halnya agama. Menjalankan kewajiban yang ada dalam rukun Islam saja belum cukup. Kita diajak untuk membangun silaturahmi, menyebarkan salam, berbuat baik pada tetangga dan sanak keluarga, berbelas kasih kepada anak yatim dan orang miskin, membantu teman yang membutuhkan, menggali dan menularkan ilmu dan ketrampilan yang kita punya, berdakwa, atau membaca Al Quran, hingga mencuci pakaian dan membersihkan rumah.

Aspek-aspek diatas jika mendapatkan cukup perhatian akan nampak keharmonian kehidupan muslim ditengah-tengah masyarakat, sebagaimana indahnya rumah ditengah lingkungannya. Orang-orang yang berlalu- lalang di sekitar rumah akan mengagumi keindahannya. Walupun bukan kekaguman itu tujuan membangun rumah. Tujuan membangun Islam juga bukan untuk dikagumi.


Kebanyakan diantara kita menganggap bahwa toh kita sudah melaksanakan shalat, zakat, puasa, atau haji. Misalnya, shalat berjamaahpun tidak mendapatkan tekanan yang cukup. Akibatnya, jika shalat identik dengan tiang rumah, maka bangunan rumah tersebut rapuh. Bila ada 100 rumah dalam satu kampung, kenyataannya tidak ada satupun yang kokoh. Sebaliknya rumah-rumah tersebut ternyata rawan keropos. Demikian halnya dengan kondisi kita umat Islam saat ini, sudah kondisinya kurang solid, ditambah lagi mudah dirongrong dari luar. Diperlukan integrasi yang paripurna agar nampak bahwa pengikutnya menjadi suatu komunitas yang kokoh, dalam arti tidak hanya menyangkut praktek ubudiah, namun juga amalia.

Membaca Al Quran saja, memang belum cukup. Sama halnya mengecat sebuah rumah. Rumah tidak akan nampak cantik hanya karena warna catnya. Islam belum akan nampak indah hanya karena umatnya membaca ayat-ayat suci Al Quran. Islam lebih bersifat praktis. Apa yang diajarkan, wajib dipraktekan. Akan terdapat ketimpangan jika di sekolah kita mendapatkan teori, namun disaat kerja kita ternyata tidak pernah mepraktekan teori tersebut. Disaat shalat kita membaca salam (usai membaca takhiyat akhir, ditutup dengan 'Assalamu'alaikum warahmatullah ', dua kali, sambil menoleh arah kanan kemudian ke kiri). Ironisnya selesai shalat, kita tidak pernah tahu siapa yang ada di samping kiri dan kanan kita. Apalagi yang namanya memberi salam. Kita tidak pernah tahu siapa tetangga disebelah rumah kita, apalagi yang namanya menawarkan bantuan. Meski shalat 5 waktu, puasa, zakat, dan haji kita lakukan, ternyata kita juga membuang sampah sembarangan.


Sory.. copas...

Minggu, 19 Desember 2010

Masak bersama uyut dari nagan

Simbah buyut si Bagas berkunjung ke rumahku di Jalan Bali. Suatu kebahagiaan tersendiri dikunjungi oleh orang tua...
Alhamdulillah Mbah Buyuut.. simbah buyut bisa memasak dengan leluasa sekarang, dapurnya sudah direnovasi jadi luaas...
bisa buat masak se RT, wkwkwkwk...
sst.. persiapan masak kalau sunatan Bagas ntar...