Bagi orang lain mungkin membeli mobil ataupun motor adalah sebuah pengeluaran yang konsumtif. Tetapi sebenarnya tidak selalu begitu, tergantung cara mensiasatinya.
Mungkin apabila membeli mobil /motor secara cash bisa jadi itu merupakan belanja konsumtif yang sangat besar.
Berapa harga mobil sekarang. atau berapa harga motor sekarang apabila dibeli dengan cara tunai?
Harga motor mungkin bisa diatas 10 juta. Sedangkan mobil lebih tinggi lagi bahkan bisa lebih dari 100 juta!!! Wooo... hebat sekali yang bisa menabung uang sebanyak itu...
Saya akan memberikan rumus menabung dan belanja motor/mobil sekaligus. Atau bahkan apabila "diniyati" bisa saja kita beli mobil untuk tabungan haji, alias berangkat haji dengan naik mobil!!! hebat kan?! mosok naik mobil.. kapan sampainya? siapa yang nyetir?
Wah.. kalau tabungan kita sudah bisa diambil 80 juta bisa berangkat haji berdua nih dengan naik mobil!!!
Siapa sangka ya? mobil bisa dinikmati tiap hari, eee... ternyata bisa buat mengantar kita berangkat ke tanah suci!!!
MOdal Awal: Rp33.000,- (pasang iklan di poskota doang, kalau lewat Om bisa gratis!!)

Biaya:
Sewa Mobil Travello 12 seat (short chasis) Rp 6,5 jt/bln
Operasional Rp100rb/hari, atau Rp 2jt/bln (20 hr kerja)
Gaji Sopir Rp1,5 jt/bln
Biaya Op: 6,5 + 2
+ 1,5 = 10 jt/bln
target pemasukan:
minimal 12 orang @ Rp800rb = Rp 9,6 jt/bln (dibayar di depan)
keuntungan: Rp - 400 rb /bln (nombok)
setelah berjalan perlu suntikan dana modal Rp15 jt untuk dp travello 15 seat (long chasis)
dg cicilan Rp5,5 jt /bln.
keuntungan setelah ada investasi baru:
Sewa mobil travello dari 6,5 menjadi 5,5 jt/bln = selisih 1 jt/bln
+ biaya perawatan Rp 500rb/bln
jadi ada selisih Rp500rb/bln
Karena menggunakan long chasis (15 seat) maka pemasukan bisa ditingkatkan menjadi:
maksimal 15 orang@ Rp800rb = Rp 12jt/bln
dikurangi operasional : 5,5 + 0,5 + 1,5 + 2 = 9,5 jt /bln
keuntungan = 12jt - 9,5 jt = 2,5 jt /bln.

----------------
Karena hanya masuk selama 20 hari kerja (sabtu-minggu libur) maka hari jum'at malam (pk 20:00) bisa berangkat ke Jogja, kembali ke jakarta hari minggu sore pukul 15.30 WIB.
Opersional travel Jkt-jogja :
Bensin : Rp400rb /trip
tol: 7rb +13rb + 10rb + 30rb = 60 rb (?) /trip
sopir : Rp100rb/trip
makan sopir : Rp20rb /trip
total Biaya Op : 580rb /trip
Pemasukan:
@150rb x 4 seat (minimal) = Rp600.000,-
@150rb x 8 seat (optimal) = Rp1.200.000,-
@150rb x 15 seat (maksimal)= Rp 2.250.000,-
Keuntungan:
4 seat (minimal) = 600rb - 580rb = Rp20.000,- /trip = Rp 160.000,- /bulan
8 seat (optimal) = 1200rb - 580rb = Rp 620.000,- /trip = Rp 4.960.000,- /bulan
15 seat (maksimal) = 2250rb - 580rb = Rp 1.670.000,- /trip = Rp 13.360.000,-/bln
+ wira wiri Jkt-Jogja gratiss....
Kalau dalam MLM namanya tinggal memeprospek orang, mencari 15 orang downline yg mau mengkonsumsi produk kita. sehingga uplen tinggal ongkang-ongkang, mobil sudah ada yg bayar, sukur2 dapet pasif income yg lebih. Ini adalah perpaduan antara MLM dg riil bisnis.
Bedanya dengan MLM:
Dalam MLM angkanya variabel semuanya, tidak ada konstanta. Sehinggga hasilnya tidak bisa dipastikan. Dalam real bisnis kita mencari sesuatu yg menjadi konstanta. sehingga hasil yang dicapai juga bisa dipastikan. KOnstanta di sini adalah biaya operasional, Tarif dan kapasitas seat. Variabelnya ada pada daya saing produk, dan daya beli masyarakat. Jadi perhitungannya = 50% pasti, dan 50% nya lagi .. itulah pekerjaan kita.